Cahaya Pertama di Desa
While the whole village sleeps, one window glows: the baker lights the oven so fresh bread will be ready by morning.
Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.
Keep it on your phone โLarut malam, desa gelap dan sunyi. Setiap rumah tertidur. Jalan-jalan kosong, dan jendela-jendela hitam. Tapi di satu jalan kecil ada satu cahaya. Cahaya itu dari jendela toko roti, satu-satunya tempat yang terjaga di seluruh desa yang tidur.
Jam tiga pagi, tukang roti sudah bekerja. Dia menyalakan oven besar dan memberi kayu sampai menyala. Tepung melayang di udara, dan uap naik saat roti pertama masuk. Bau hangat roti segar mulai memenuhi toko. Perlahan, aroma itu keluar dari pintu dan menyusuri jalan kosong, di mana belum ada yang bangun untuk merasakannya.
Jam enam pagi, desa mulai bangun. Orang-orang membuka mata karena bau roti hangat. Mereka berjalan ke toko roti, di mana lampu menyala sepanjang malam, dan mereka menemukan rak penuh roti segar. Tukang roti memberikan roti dengan mata lelah tapi bahagia. Malam panjangnya menjadi awal yang hangat dan lembut untuk hari semua orang.
You just heard Polly
Want to hear what YOU sound like?
Read a line of the story out loud. Your recording stays on your device and is never uploaded.
Not bad, right? If you were in the PollyStop app, Polly would listen to exactly that and score you right now.
Coaching, saved words, spaced repetition, and a fresh story every day.
Get PollyStop freeYou just tried the loop
Now take the story with you.
PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.
Learning on Android? Join the waitlistKeep reading
More Indonesian stories.
Polly Naik Bus
Read free
Polly Naik Bus
Read free
Polly Naik Bus
Read free
Polly Bertanya Arah
Read free
Polly Bertanya Arah
Read free
Polly Bertanya Arah
Read freeKeep learning in PollyStop
Listen, save words, practise